Why i get into the blog again?
Kenapa sih saya menulis blog lagi? Kenapa saya mau untuk repot-repot berpikir dan menulis lagi? Sulit juga sih mencari alasan untuk hal ini, tetapi mungkin kehidupan dan Tuhan memiliki alasan tersendiri mengapa saya begitu ingin menulis blog lagi. Kata kuncinya hanya satu: “Berbagi!!”
Ya, apa yang terjadi adalah saya begitu ingin membagikan kehidupan saya. Saya tidak ingin menjadi tertutup, dan menjadi orang yang anti-blog. Itu bukan saya. Saya suka menulis dan berbagi. Saya suka melangkahkan jari-jemari saya di atas tuts yang selalu dapat menorehkan perasaan saya. Saya suka saat orang lain membaca blog saya dan mendapatkan sesuatu yang berguna untuk kehidupan mereka. Jika memang seperti itu kenyataannya, maka saya memilih untuk tidak berkubang di permasalahan saya. Saya akan menulis lagi untuk menyumbangkan sesuatu yang mungkin akan berguna untuk orang lain. Saya akan mulai menulis blog. Saya akan mulai menulis lagi. Dan semuanya bermulai dari blog ini.
Why i called it hasandal?
Hasandal?? Anda pasti tidak familier dengan kata-kata ini, namun sebenarnya anda memakainya tiap hari. Hummm, suatu kata yang tidak wajar sebagai judul sebuah blog. Tapi sebelum saya mulai serius dan membuat topik – topik yang orang anggap cukup teoritis, biarlah saya menjelaskan apa arti nama blog ini. hasandal adalah bahasa yahudi / hebrew untuk alas kaki. Lhoh?? Ya betul, hasandal dalam bahasa Yahudi, atau sandalion dalam bahasa Yunani akan selalu memiliki arti nama yang sama dengan sandal dalam bahasa Indonesia.
Yup, berarti apakah sebenarnya nama dari blog ini. Nama seharusnya adalah sandaljepit.wordpress.com. Tapi sehubungan sandal jepit sudah dipakai, maka saya pakai nama ini. Lalu kenapa saya pakai nama konyol ini?? Bukannya masih banyak nama yang bisa dipakai dan tidak kalah keren, seperti misalnya “leadernet, contagious writing, attituderules, dll” yang bisa dipakai? ya, memang masih banyak nama yang bisa dipakai, banyak nama yang bisa dicomot untuk menggantikan nama ini. Namun, ada alasan kenapa saya memilih nama asing dengan artian yang konyol ini.
Why hasandal?
Saya banyak bertemu dengan orang-orang di sekitar saya. Saya banyak bertemu dengan orang-orang yang kehilangan penghargaan dari lingkungan sekitar mereka, terbuang, tidak memiliki teman, tidak punya pekerjaan, stress, tertekan dengan pekerjaan mereka dan berakhir dengan depresi. Apakah penderitaan mereka berakhir di situ? Tidak!! Mereka kehilangan tujuan hidup, mereka berteriak marah kepada orang lain, mereka mengumpat, mereka merusak lingkungan mereka dan pada akhirnya begitu depresinya mereka sehingga mereka kehilangan semangat untuk hidup. Bagi anda yang tidak pernah berada dalam tahap ini, bersyukurlah dan berjaga-jagalah!! Kehidupan tidak selalu berakhir baik, bahkan seringkali hal buruk begitu banyak sehingga kita dibuatnya lumpuh dan tak mampu bergerak dalam kesedihan. Apakah hidup memang dibuat begitu kejam untuk sebagian orang? Pada awalnya begitulah pemikiran saya. Hidup memang kejam, karena itu kita harus kejam, kita harus menang, kita harus kuat dan kita harus bisa lebih baik. Salahkah dugaan saya? mungkin hanya setengah benar!!
Saya tidak mengada-ada. Karena saat anda melihat kehidupan teman-teman saya, anda akan melihat beberapa hal yang saya lihat. Bahkan, hal-hal itu pula yang terjadi dalam kehidupan saya. Saya terjerembab dalam lubang yang saya buat sendiri, jatuh, menangis tanpa henti dan mengeluh dengan tidak pernah memandang ke atas. Tanpa saya sadari teman-teman saya melihat saya dari atas lubang itu, berteriak agar saya memanjat tali yang mereka lemparkan. Namun saya terlalu takut. Saya hanya menangis dan mengeluh, tanpa tahu bahwa mereka mulai bosan melihat saya menangis dan mulai meninggalkan saya. Bukankah hal-hal itu yang kerap terjadi atas kehidupan kita. Terjatuh dalam penyesalan diri berkepanjangan, tanpa tahu bahwa apa yang kita kerjakan selama itu nggak akan berguna untuk kehidupan kita. Oleh karena alasan inilah saya memilih nama hasandal sebagai nama blog ini.
Hasandal atau sandal jepit alias alas kaki bukanlah barang yang sangat langka. Tiap hari kita memakai barang ini, bahkan begitu rutinnya kita memakai barang ini sampai kita lupa bahwa barang ini begitu berguna. Barang ini menjadi alas yang menjadi pengganti kulit kaki kita saat kita berjalan. Alas ini melindungi dari pasir dan kerikil yang begitu tajam. Alas ini memberikan kita kenyamanan akan kehidupan di sekitar kita yang begitu kotor. Dan, kenapa mereka menamakannya alas? karena memang letaknya di bawah dan menjadi pelindung saat kita berjalan atau beraktivitas. Bahkan pada beberapa kegunaan, alas kaki pun bisa menjadi penopang tubuh kita. Saya mau blog ini membawa nuansa yang lain. Saya mau blog ini membawa kehidupan yang baru. Saya ingin berbicara bahwa setiap tulisan di blog ini menjadi dasar kehidupan dan pelindung mereka saat berjalan. Paling tidak teman-teman saya yang membaca blog ini. Paling tidak saya yang menulis blog ini. Sandal adalah barang yang remeh pada suatu saat, namun sandal pada waktu yang sama adalah barang yang paling penting.
Basics of Life. Hal itulah yang begitu ingin saya tulis. Sesuatu yang merupakan dasar kehidupan yang benar. Sesuatu yang membuat kita tetap bangun yang lain jatuh. Sesuatu yang akan tetap membuat kita tetap bersyukur saat kitapun juga terjatuh. Itulah, mengapa blog ini dibuat. Untuk melengkapi dan dilengkapi. Untuk menyingkap kebenaran dalam hidup dan belajar darinya. Untuk tetap bertahan..
When the invitation over??
Kita semua mendapatkan undangan yang begitu berharga. Sadarkah anda, bahwa anda datang ke dunia dengan sebuah undangan yang begitu berharga. Undangan untuk kehidupan kita masing-masing. Undangan untuk tetap di dunia dan berkarya dengan segenap talenta yang kita miliki. Undangan itu akan berakhir suatu saat, dan digantikan suatu tiket yang sama berharganya. Bagaikan sebuah disket ataupun usb flashdisk, setiap tiket yang kita pegang akan menjadi rekaman kehidupan kita di dunia. Tiket itu bahkan adalah sebuah access card yang memampukan kita untuk pergi ke suatu tempat, tempat yang terakhir dimana Sang Agung, Sang Mahakuat, Sang Asal Segala Kehidupan memerintah. Tempat yang mungkin begitu indah, hening atau bahkan begitu menjadi impian kita masing-masing. Tempat dimana Tuhan berada dan memerintah.
Ketakutan saya adalah bukan saat Dia bertanya;
“Mengapa engkau tidak hidup seperti Hellen Keller?”
atau
“Mengapa engkau tidak hidup seperti Steve Jobs?”
bukan itu semua ketakutan saya. Hanya satu ketakutan saya;
“MENGAPA ENGKAU TIDAK HIDUP SEPERTI SEORANG HARI KRISTOPO? MENGAPA ENGKAU TIDAK HIDUP SEPERTI DIRIMU DENGAN SEGALA POTENSI YANG TELAH AKU BERIKAN?”
Pertanyaan itu mampu membuat saya bergidik. Mampu membuat saya mati untuk keduakalinya. Mampu membuat saya tidak akan hidup sebagai seorang utusan kehidupan.
Pertanyaan ini untuk anda semua;
APAKAH ANDA MAU HIDUP SEPERTI BAGAIMANA ANDA DICIPTAKAN DAN DIMAKSUDKAN?
Yah, inilah maksud blog ini dibuat. Untuk memberikan anda sedikit hembusan angin segar. Bisikan-bisikan yang lirih mengenai kehidupan. Dan kadang bukan suatu usulan yang menyenangkan. Namun maukah anda menerimanya?
“In my office, thinking about something while waiting for the rain ends”
Hari Shouts!!
Recent Comments