Life = Be Li’e'Ve

29 04 2010

* In the Castle Motel, Seoul for KCS seminar. Feel a bit uncomfortable with this motel, but we cant get the money back. So just continue what we are doing now and just enjoy the show. Writing and do somethin useful will be nice indeed.

Namaku tidak tersebutkan oleh buku manapun. Namaku tidak dikenal seorangpun di dunia. Namaku adalah nama yang dijauhi oleh mereka yang percaya pada keajaiban. Namaku bersandar pada hati orang-orang percaya yang mau bekerja. Namaku adalah nama yang indah bagi mereka yang merendahkan diri mereka di hadapan Yang Kuasa.

Aku melempar batu di sebuah sungai. riaknya begitu indah. Seperti itu pulalah kehidupan. Kehidupan tercipta saat seorang bayi dilahirkan ke dunia. Persis seperti sebuah batu yang terlempar di sungai, dia memberikan riak-riak gelombang kehidupan ke sekelilingnya. Dia menangis dengan keras, tertawa dengan riang dan tidak mempedulikan kehidupan di sekelilingnya. Dia hanya tahu bahwa dia dicintai dan bisa membawa cinta. Sebegitu besarkah efek sebuah batu yang jatuh di sungai? Sebegitu besarkah efek keberadaan seorang manusia bagi manusia lain? Namun manusia kian dewasa. Mereka kehilangan kebahagiaan itu. Mereka berusaha sebaik mungkin menjadi yang terbaik bagi orang lain. Mereka berusaha sebaik mungkin mencari kebahagiaan mereka dengan menitipkan kebahagiaan mereka pada orang lain. Mereka bersandar pada orang-orang yang salah. Mereka menaruh kata teman di atas kehidupan mereka, keluarga mereka dan seringkali tanpa mereka sadari, orang-orang yang sayang terhadap mereka. Mereka menjadi tidak lebih dewasa daripada seorang bayi.

Seringkali aku juga berjalan di hutan. Menikmati kicauan burung yang indah dan udara yang sejuk.  Aromanya begitu khas bagiku. Pepohonan yang begitu perawan, belum terjamah oleh hiruk pikuk kota. Hutan yang begitu luas dan melindungi semua ekosistem yang berada di dalamnya. Sebuah jalinan kehidupan yang begitu rapat dan indah untuk dinikmati. Begitukah dengan kehidupan? Manusia menjadi semakin dewasa. Mereka menjadi sadar bahwa mereka tak bisa menyenangkan terlalu banyak orang. Mereka belajar dari pengalaman itu, namun seringkali mereka berpaling terlalu jauh.  Mereka menjadi orang yang terlalu homosentris. Semua adalah untuk mereka, dan bukan untuk orang lain. Mereka tetap nampak seperti malaikat bagi orang lain, namun sesungguhnya kehidupan bagi mereka hanyalah menggapai apa yang mereka inginkan. Tetap saja, pada akhirnya pengakuan dari orang lain lah yang mereka cari. Sungguh suatu keberhasilan yang semu. Seperti halnya saat manusia berusaha menggantikan lahan-lahan hutan dengan lahan-lahan pertanian, mengganti pohon-pohon yang menjulang tinggi dengan cerobong-cerobong asap. Hidup memang begitu aneh, namun itulah yang manusia harus alami.

Aku juga suka berjalan di keramaian. Kota yang penuh dengan keindahan-keindahan sintetis. Apapun yang manusia perdebatkan tentang sebuah kota, bagiku kota adalah suatu keindahan. engkau bisa bertemu dengan berbagai wajah dan ekspresi. Saat engkau bertatapan wajah dengan mereka, serasa semua topeng mereka terlepas. Meninggalkan banyak sekali wajah-wajah asli yang tak pernah terbaca oleh orang lain. Topeng-topeng kebohongan yang mereka pasang sendiri. Apakah hal ini jawaban? Apakah hal ini yang dinamakan kedewasaan?

Begitu sedikit manusia yang kuanggap dewasa dan mengerti kebahagiaan. Aku mengenal seseorang yang pernah lahir di dunia ini. Dia menjalani masa kecilnya seperti anak-anak lain, hanya saja dia lebih cerdas sedikit dibandingkan kebanyakan anak. Kehidupannya adalah kehidupan khalayak miskin, namun dia tidak mengeluh. Apakah kemudian dia berusaha menjadi kaya? tidak! Dia berusaha menjadi bahagia dan memberikan kebahagiaan itu bagi orang lain. Dia tidak menitipkan kebahagiaan kepada siapapun. Dia membuat sendiri kebahagiaan itu. Senyumnya adalah senyum yang paling tulus yang pernah kukenal. Saat dia mencapai akil baliknya, dia mengajar banyak orang bagaimana kehidupan harus dijalani. Dia mengajarkan segala sesuatu dengan kehidupannya. Mereka begitu dekat sehingga tak ada satupun topeng yang terpasang di wajahnya. Saat dia memilih untuk menjadikan hidupnya kebahagiaan bagi orang lain, dia membayarnya dengan harga kehidupannya. Dia mati supaya begitu banyak orang mengerti bagaimana menjalani kehidupan. Sungguh… kehidupan tidak ditentukan dari apa yang kita capai, namun bagaimana kita mencapainya. Bukan dari seberapa banyak teman yang kita miliki, namun seberapa berhargakah kehidupan kita bagi teman-teman kita. Kematian adalah akhir yang tak akan bisa dikompromikan, namun kehidupan adalah tanggung jawab kita untuk menjalaninya.

aku dipanggil dengan segala nama. Kebijakan, tahan uji, pengharapan, iman dan berbagai nama lain. Namun itu tidak penting, yang penting adalah aku berjalan di antara kalian. Berbicaralah padaku saat kalian lelah untuk berjalan, karena suaraku akan memberikan kekuatan.

*what is life? Life is the fruit of another life. Be fruitful in your life.

29-4-2010

Seoul, South Korea.





Where am i now?

2 04 2010

March 2, 2010

* In my dorm, while listening to a new Monkey Majik CD…. old song, new CD….i like it…. it gives me a rejuvenating mind… yep….

Life is so meaningful to me. At least right now i can appreciate it a bit. Life wont be perfect without any constraint, without any boundaries, without any difficulties, and life is fragile, so handle it carefully. Hari-hari ini kadang saya masih berpikir bahwa diri saya berada di malang, melakukan aktivitas harian saya, dll. ha… ha…. ha… ternyata bukan teman-teman. Saat ini saya berada di Busan, Korea Selatan. Akhirnya saya menempuh studi saya di Kosin University, dengan subject supramolecular chemistry. Aneh memang. Tawaran yang datang 4 bulan lalu melalui salah seorang teman saya, Dewi, telah mengubah sebagian besar kehidupan saya saat ini. seringkali saya berdiri di parking lot, melihat ke arah lautan dan menarik nafas panjang. Here i am…. far away from my country, far away from my family and far away from my friends.  Akhirnya saya menempuh studi saya kembali, setelah banyak sekali menolak tawaran-tawaran itu. Tapi apa yang terjadi biarlah terjadi. Apa yang bisa saya lakukan hari ini hanyalah menempuh jalan kehidupan saya, berusaha yang terbaik dan berusaha memberikan apa yang saya bisa. Thanx God, Thanx Dewi, Thanx everyone…. i cant speak much… but i just wanna say…. this blog is active again, starting from now….. just come and read…. i hope you can stay a while and forget all your problems here…. God Bless you.

All start from little faith…. all Impossibilities…..








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.